Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera

  • Home
  • Blog
  • Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera
Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera

Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera merujuk pada era keemasan pemerintahan laut di Sumatera yang pernah ada pada abad ke-7 hingga ke-14 Masehi. Kerajaan ini meliputi wilayah pantai timur dan barat Sumatera, serta beberapa wilayah di Kalimantan dan Semenanjung Malaya. Meskipun tidak ada sumber tertulis yang dapat memberikan gambaran pasti mengenai Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera, namun berbagai peninggalan arkeologi dan cerita rakyat masih dapat ditemukan di daerah-daerah tersebut.

Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera diduga berpusat di daerah Kedah, Semenanjung Malaya. Hal ini dikarenakan Kedah tercatat sebagai kerajaan tertua di Semenanjung Malaya dan memiliki hubungan erat dengan kerajaan-kerajaan di Sumatera. Selain itu, diperkirakan pula bahwa Kerajaan ini memiliki sistem pemerintahan yang terpusat dan kuat, yang diperintah oleh seorang raja yang disebut dengan Sri Maharaja.

Sistem pemerintahan yang terpusat ini membuat Kerajaan ini memiliki kekuatan militer yang besar dan dapat memperluas wilayah kekuasaannya. Salah satu bentuk perluasan wilayah Kerajaan ini adalah dengan cara mendirikan pelabuhan-pelabuhan di wilayah pantai timur dan barat Sumatera, serta Kalimantan. Pelabuhan-pelabuhan ini menjadi pusat perdagangan dan sarana untuk mengumpulkan kekayaan dari hasil perdagangan.

Salah satu sumber peninggalan arkeologi yang ditemukan di wilayah Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera adalah situs arkeologi Muara Jambi di Jambi. Situs ini merupakan kompleks arkeologi yang terdiri dari kuil-kuil Buddha, patung-patung Buddha, dan artefak-artefak lainnya yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 hingga ke-14 Masehi. Situs ini menunjukkan adanya pengaruh Hindu-Buddha pada Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera, yang dapat dilihat dari bentuk arsitektur kuil-kuil dan patung-patung Buddha yang ditemukan.

Selain itu, cerita rakyat juga menjadi sumber informasi mengenai Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera. Cerita rakyat yang terkenal adalah legenda Putri Kembang Melati dari Jambi. Legenda ini menceritakan kisah seorang putri dari ini yang jatuh cinta pada seorang pemuda dari Jambi. Kisah ini menggambarkan kekuatan dan kejayaan Kerajaan ini pada masa lampau.

Namun, kejayaan Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera tidak berlangsung lama. Pada abad ke-14 Masehi, kerajaan-kerajaan Islam mulai masuk dan berkembang di wilayah Sumatera. Meskipun demikian, pengaruh Kerajaan ini masih dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di wilayah tersebut hingga saat ini.

Salah satu contoh pengaruh Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera adalah dalam kebudayaan masyarakat Batak di Sumatera Utara. Meskipun tidak terdapat bukti sejarah yang menghubungkan masyarakat Batak dengan Kerajaan ini, namun banyak unsur kebudayaan yang serupa, seperti bentuk rumah tradisional dan adat istiadat dalam pernikahan.

Selain itu, pengaruh Kerajaan ini juga dapat dilihat dalam kegiatan perdagangan yang masih berlangsung di wilayah tersebut. Beberapa pelabuhan yang didirikan oleh Kerajaan ini, seperti Pelabuhan Padang dan Pelabuhan Bengkalis, masih berfungsi sebagai pusat perdagangan di wilayah pantai barat dan timur Sumatera.

Meskipun sudah lama berlalu, namun kejayaan Kerajaan ini tetap menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di wilayah Asia Tenggara pada masanya, Kerajaan ini menjadi saksi bisu dari keberanian dan kekuatan rakyat Indonesia dalam menjelajahi lautan dan berdagang dengan bangsa-bangsa lain di luar wilayah nusantara.

Dalam konteks saat ini, pengalaman dan keberanian rakyat Indonesia pada masa lalu dalam menjelajahi lautan dan berdagang dapat dijadikan inspirasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Sebagai bangsa maritim, Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan sumber daya laut dan membangun ekonomi yang berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan.

Dalam hal ini, pengembangan pelabuhan-pelabuhan dan infrastruktur maritim menjadi salah satu prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam sektor kelautan dan perikanan juga menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan ekonomi maritim Indonesia.

Dengan memperkuat sektor kelautan dan perikanan, Indonesia dapat membangun kekuatan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah pesisir. Sebagai bangsa maritim, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di wilayah Asia Tenggara dan memainkan peran penting dalam perdagangan global.

Dalam hal ini, jejak sejarah Kerajaan Bahari di Pulau Sumatera menjadi inspirasi bagi Indonesia dalam membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan di wilayah maritim. Melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Indonesia dapat memanfaatkan potensi besar yang dimiliki untuk mencapai kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kunjungi Juga :
Name Tag Bali
Plakat Bali
Percetakan di Bali

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *